Pembangunan BTS 4G di Provinsi 3T Redam Kesenjangan Tempat dan Kota

Jakarta, Selular. ID – Pembangunan infrastruktur dan telekomunikasi di daerah yang mempunyai keterbatasan akses saat itu mulai dapat dinikmati dengan luas.

Pranata Aksesibilitas Telekomunikasi dan Bahan (Bakti), Kementerian Komunikasi serta Informatika berusaha menjadi jembatan bagi masyarakat desa agar dapat sejajar dengan masyarakat kota, dalam hal kemudahan mengakses infomasi dan telekomunikasi.

Setyardi Widodo, pengamat telekomunikasi sekaligus mantan Badan Regulasi Telekomunikasi Nusantara (BRTI), menjelaskan kesenjangan konektivitas tidak hanya terjadi dalam Indonesia saja, “namun hampir di seluruh dunia memilikinya dengan kadar yang pas beragam. Benua Afrika mempunyai banyak area dengan level kesenjangan cukup tinggi kepada kemudahan akses internet, sebaliknya Benua Eropa dan negara2 pecahan Uni Soviet mempunyai pemerataan akses yang benar baik, ” terangnya di webinar bertajuk ‘Penyelenggaraan Servis Selular pada BTS 4G di Wilayah 3T di dalam Rangkat Transformasi Digital’, Jumat (11/6).

Menyuarakan juga:   Komersialisasi 5G Mulai & #8216; Menyapa& #8217;, Perluasan Sinyal 4G Digenjot hingga Ujung Kampung

Sementara tersebut Indonesia sendiri menurutnya, kesenjangan konektivitas salah satunya disebabkan oleh faktor geografis yang sulit dijangkau.

“Padahal akibat pandemik covid-19 ini, kebutuhan akses internet meningkat tinggi akibat perubahan kegiatan masyarakat yang lebih banyak dilakukan secara online, misalnya untuk pendidikan, order, kesehatan, dan lain sebagainya, ” lanjutnya.

Kemudian pemerintah, melalui BAKTI Kominfo selama kurun periode tahun 2021—2022 ini menetapkan untuk menyelesaikan pembangunan tujuh. 904 BTS 4G pada desa wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) untuk mempersempit kesenjangan tersebut dengan sumber pembiayaan yang berasal dibanding APBN.

Dalam kesempatan yang sesuai, Dhia Anugrah Febriansa demi direktur layanan untuk Institusi Usaha BAKTI Kominfo mencuraikan bahwa sebaran lokasi pendirian kini terbagi dalam 5 paket yang terdiri untuk 9 area, di mana mayoritas area berada di wilayah Papua dan Papua Barat.

Menangkap juga:   Tak Mendatangi Memenuhi Kewajiban, Kominfo Mengoper Surat Teguran Kedua ke STI

“Tantangan terbesarnya adalah letak geografis, jumlah penduduk, ketiadaan sinyal, dan kurangnya ketersediaan set. Infrastruktur yang terbangun menggunakan teknologi fiber optic & radio link, namun kalau masih terkendala geografis oleh karena itu disediakan link transmisi VSAT, ” kata Dhia.

Lalu metode ijmal yang akan digunakan yaitu lewat pembangunan tower dan penyediaan PLTS sebagai sumber listrik off grid di dalam perangkat yang tersedia. Konsolidasi teknologi satelit dan terestrial itu diharapkan dapat memenuhi target pembangunan yang sudah ditentukan.

“Pekerjaan besar ini tidak mampu dilakukan pemerintah pusat tunggal, butuh dukungan dari operator selular dan pemerintah daerah. Ketiganya harus bersinergi secara tugas dan kewajibannya per. Pemerintah daerah bertugas untuk membantu dalam penyediaan lahan infrastruktur. BAKTI akan mengatur perizinan, pembiayaan, pembangunan, pelestarian, dan pengoperasian BTS 4G. Sedangkan, pihak operator diharapkan melakukan tugas sesuai kemampuan jaringannya (memberi layanan yang terjangkau bagi masyarakat, memelihara dan mengoperasikan layanan, kegiatan pemasaran dan branding) serta membiayai seluruh aktivitas operasi dan pemeliharaan layanan 4G. Bentuk kerjasama operasional (KSO) antara BAKTI dan operator selular ini mengurangi barang bawaan operator atas biaya operasional yang besar karena provinsi 3T ini kurang komersil secara ekonomi, ” rata Dhia

Membaca juga:   Asioti: Implementasi 5G di Sektor Pabrik Sangat Potensial  

Pemerintah berharap program ini tidak sekadar menyimpan sinyal selular di kawasan yang selama ini terpinggirkan, namun diharapkan kerjasama para-para pihak untuk mulai membina digital ekosistem di kawasan 3T.

“Keberadaan layanan yang berkelanjutan dan terjaga baik kualitasnya memerosokkan daerah 3T ini ke depannya dapat membiayai keinginan telekomunikasinya, dengan skema menguntungkan oleh penyelenggara operator selular. ” Tandasnya.

CategoriesINFO